Bolehkah Orang Kristen Meditasi? Apakah Dosa atau Tidak?
Kita sebagai manusia tidak pernah hidup secara tenang. Sekali-kali ada kesenangan dan sukacita yang datang pada kita. Namun, kita juga tidak bisa menghindari saat-saat ketika kedukaan, masalah, ketakutan datang pada kita. Seringkali hal-hal buruk ini membuat kita tidak dapat hidup dengan tenang. Bahkan ayat Alkitab untuk menguatkan orang berduka pun tiddak mempan pada kita. Kita terus fokus memikirkannya sehingga kita perlahan-lahan tidak fokus menjalani kehidupan kita, melakukan tanggung jawab kita. Tentu ini bukanlah hal yang baik. Sebagai manusia, kita perlu melakukan tugas kita di dunia ini. Itulah tujuan Allah menciptakan kita.
Tidaklah mudah bagi kita untuk keluar dari kekuatiran dan ketakutan. Akan membutuhkan waktu yang lama dan emosi yang terkuras banyak jika kita hanya berusaha membiarkannya berlalu begitu saja. Oleh karena itu, banyak orang yang berusaha mendapatkan ketenangan diri. Ada orang yang memilih membaca ayat Alkitab untuk menenangkan hati dan pikiran, tetapi ada yang memilih cara lain. Salah satu cara yang biasa dilakukan orang untuk menenangkan diri adalah dengan melakukan meditasi. Namun, meditasi sendiri sering dikenal sebagai ajaran kepercayaan lain dan bukan ajaran Kristen. Lalu, bolehkah orang Kristen meditasi? Berikut beberapa penjelasan mengenai orang Kristen meditasi.
Keselamatan berasal dari Allah, bukan dari diri sendiri
Orang Kristen meditasi seringkali karena berpikir bahwa meditasi dapat menyelamatkan diri kita. Konsep meditasi adalah kita mendapatkan ketenangan diri dan pencerahan untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Melalui meditasi, kita berharap mendapatkan jawaban dari persoalan kita. Tentu hal ini tidak sesuai dengan cara memperoleh keselamatan menurut iman Kristen.
Hidup kita bukan dikuasai oleh diri kita sendiri. Hidup kita dimiliki dan dipegang oleh Allah. Jadi hanya Allah yang mampu memberikan keselamatan kepada kita. Bagaimanapun kita mengosongkan diri, jika kita tidak dipenuhi oleh kuasa Allah, kita tidak mendapatkan keselamatan itu. Hanya Allah yang berkuasa mampu mengatasi setiap persoalan kita. Hanya Allah yang memiliki jawaban dari segala persoalan kita. Oleh karena itu, seharusnya kita tidak melakukan meditasi, tetapi malah mendekatkan diri kepada Allah. Kita seharusnya memperbanyak waktu berdoa kita untuk mengerti kehendak Allah atas hidup kita.
Yoga tidak berpusat pada Allah
Salah satu bentuk meditasi yang terkenal adalah yoga. Banyak orang Kristen meditasi menggunakan yoga. Kita menganggap yoga ini sebagai latihan fisik, seperti olahraga, sehingga merasa tidak masalah dengan melakukan yoga. Namun, kita harus terlebih dahulu menilik lebih dalam konsep yoga yang diajarkan.
Dalam melakukan yoga, ada berbagai bentuk postur tubuh yang dilakukan. Postur tubuhini ternyata dibentuk sesuai dengan postur bentuk penyembahan untuk para dewa-dewi. Secara tidak langsung, ketika kita melakukan yoga, kita melakukan sesuai arti penyembahan berhala dalam iman Kristen. Selain itu, dalam yoga kita juga melakukan pernapasan pranayama. Berdasarkan asal-usulnya, pernapasan pranayama ditujukan untuk membuat kita menjadi mahahadir. Tentu ini membuat kita seakan-akan menjadi Allah, kita berusaha menyaingi Allah, satu-satunya yang Mahahadir. Sasaran latihan yoga secara keseluruhan pun ditujukan untuk membangun kekuatan dewi ular.
Dengan latar belakang yoga ini, kita tidak seharusnya melakukan yoga sebagai bentuk meditasi. Mungkin itu semua hanya sekedar postur, bentuk fisik. Kita bisa saja beralasan bahwa hal yang terpenting kita tidak berfokus pada sasaran itu. Kita menganggap yang penting hati kita tetap tertuju pada Tuhan dan kita hanya melakukan yoga untuk olahraga. Namun, kita harus berhati-hati. Kuasa jahat selalu siap untuk menyerang kita apalagi jika kita sendiri yang memberikan kesempatan. Oleh karena itu, sebaiknya kita tidak perlu melakukan yoga. Lagipula masih ada banyak bentuk olahraga lain yang dapat kita lakukan.
Meditasi Kristen berfungsi untuk mendekatkan diri pada Allah
Namun, bagaimanapun ada waktu ketika kita merasa perlu menenangkan diri. Kita seringkali terlalu kuatir tentang masalah kita, terlalu panik sehingga kita tidak mampu berpikir rasional. Sebenarnya, ada bentuk meditasi Kristen yang dapat kita lakukan. Tujuan meditasi Kristen tidak sama dengan meditasi pada umumnya. Tujuan orang Kristen meditasi dengan meditasi Kristen adalah untuk mendekatkan diri pada Allah, bukan untuk mengosongkan diri. Meditasi Kristen dilakukan bukan dengan diam selama berwaktu-waktu, tetapi dengan melakukan pujian dan penyembahan kepada Allah. Akhirnya, meditasi Kristen membantu kita untuk mengerti kehendak Allah atas hidup kita.
Itulah beberapa penjelasan mengenai orang Kristen meditasi. Sebaiknya, kita menghindari melakukan meditasi dengan cara orang pada umumnya. Meskipun kita berusaha untuk meneguhkan iman kita, tetapi kita memberikan kesempatan untuk kuasa jahat menguasai kita. Oleh karena itu, lebih baik kita menghindarinya. Jika kita tetap melakukan meditasi, kitapun dapat menjadi batu sandungan bagi teman seiman kita yang imannya masih mudah goyah. Bisa saja mereka menganggap meditasi atau yoga merupakan jalan keluar masalahnya. Padahal yang seharusnya kita bagikan adalah kuasa Allah sebagai jalan keluar masalah kita dengan melakukan cara berdoa yang benar.
Jika kita memang merasa membutuhkan meditasi, lakukanlah sesuai dengan cara meditasi menurut Kristen. Kita menenangkan diri dengan memiliki waktu pribadi dalam doa kepada Tuhan. Kita memuji dan menyembah Allah, serta memohon pertolongannya untuk keluar dari permasalahan yang kita hadapi. Namun, kita perlu ingat bahwa dalam melakukan meditasi Kristen, kita tidak berfokus pada mendapatkan jalan keluar. Kita lebih berfokus kepada pendekatan diri kepada Allah. Segala kemuliaan bagi nama Tuhan. Tuhan memberkati.
Post a Comment