10 Tokoh Alkitab yang Bersikap Adil Patut Wajib Umat Kristiani Teladani
Kita, manusia, seringkali mempertanyakan apa sebenarnya tujuan kita diciptakan di dunia ini. Padahal jawabannya sangatlah jelas. Allah mengerjakan penciptaan manusia untuk memperluas Kerajaan Sorga di Bumi. Ia ingin kemuliaan Allah hadir di dunia, dirasakan oleh semua orang. Kita hanya dapat melakukannya jika kita mengerjakan segala firman Tuhan dalam kehidupan kita. Firman Tuhan dapat kita mengerti, dapat kita pelajari, melalui Alkitab yang sudah tersedia untuk kita. Kita perlu membaca Alkitab setiap hari dan lebih lagi melakukannya dengan segala pujian dan syukur.
Yesaya 1:17 belajarlah berbuat baik; usahakanlah keadilan, kendalikanlah orang kejam; belalah hak anak-anak yatim, perjuangkanlah perkara janda-janda! Amos 5:15 Bencilah yang jahat dan cintailah yang baik; dan tegakkanlah keadilan di pintu gerbang; mungkin TUHAN, Allah semesta alam, akan mengasihani sisa-sisa keturunan Yusuf. Mikha 6:8 “Hai manusia, telah diberitahukan kepadamu apa yang baik. Dan apakah yang dituntut TUHAN dari apdamu: selain berlaku adil, mencintai kesetiaan, dan hidup dengan rendah hati di hadapan Allahmu?”
Yesaya 1:17 belajarlah berbuat baik; usahakanlah keadilan, kendalikanlah orang kejam; belalah hak anak-anak yatim, perjuangkanlah perkara janda-janda! Amos 5:15 Bencilah yang jahat dan cintailah yang baik; dan tegakkanlah keadilan di pintu gerbang; mungkin TUHAN, Allah semesta alam, akan mengasihani sisa-sisa keturunan Yusuf. Mikha 6:8 “Hai manusia, telah diberitahukan kepadamu apa yang baik. Dan apakah yang dituntut TUHAN dari apdamu: selain berlaku adil, mencintai kesetiaan, dan hidup dengan rendah hati di hadapan Allahmu?”
Ada banyak hukum dan aturan yang Allah sampaikan melalui pembacaan Alkitab. Dari sekian banyak aturan tersebut, salah satu hukum yang Allah sampaikan adalah untuk mengusahakan keadilan. Kita harus melaksanakan keadilan dimanapun Allah menempatkan kita. Hukum ini bahkan Allah sampaikan berkali-kali. Dengan menegakkan keadilan, kita menjadi surat Kristus yang terbuka. Kita mengerjakan tugas kita sebagai garam dan terang dunia ketika kita menyuarakan keadilan seperti cara gereja memperjuangkan keadilan dalam masyarakat. Namun, Allah tidak hanya sekedar memberikan perintah untuk kita menegakkan keadilan. Allah pun memberikan contoh untuk kita teladani melalui kisah-kisah keadilan di Alkitab supaya kita tidak merasa kesulitan dan kemudian menolak menegakkan keadilan. Berikut beberapa contoh tokoh Alkitab yang bersikap adil untuk menjadi teladan bagi kita.
Salomo
1 Raja-raja 3:28 Ketika seluruh orang Israel mendengar keputusan hukum yang diberikan raja, maka takutlah mereka kepada raja, sebab mereka melihat, bahwa hikmat dari pada Allah ada dalam hatinya untuk melakukan keadilan.
Sebagian besar dari kita tentu sudah mengenal siapa itu Salomo. Salomo merupakan raja yang dikenal dengan kebijaksanaan Salomo. Selain itu, ia juga dikenal sebagai tokoh Alkitab yang bersikap adil. Keadilannya terbukti nyata ketika ia harus memberi keputusan mengenai hak kepemilikan seorang bayi.
Suatu hari, datang dua orang perempuan menghadap Raja Salomo. Keduanya sama-sama melahirkan anak dan diam di dalam rumah. Namun, pada pagi hari, salah satu anak mati. Kedua perempuan itu sama-sama mengakui anak yang hidup sebagai anaknya. Raja Salomo kemudian memberikan keputusan untuk memenggal anak tersebut menjadi dua. Salah satu perempuan menerima saja keputusan itu karena merasa keputusan itu adil. Namun, perempuan yang lainnya menolak dan lebih memilih memberikan anak tersebut ke perempuan lainnya. Melalui kedua pendapat tersebut, Raja Salomo memutuskan bahwa pemilik anak tersebut adalah perempuan yang kedua. Kisah ini menunjukkan keadilan Salomo dalam mengambil keputusan.
Amos
Amos 5:7 Hai kamu yang mengubah keadilan menjadi ipuh dan yang mengempaskan kebenaran ke tanah!
Meskipun Alkitab memiliki kitab tentang Amos, tidak banyak orang yang begitu mengenal Amos. Amos merupakan seorang biasa yang bekerja sebagai gembala dan pemungut buah ara. Meskipun ia merupakan orang biasa, Amos diutus Tuhan untuk memberitakan firman-Nya. Tuhan meminta Amos untuk menyampaikan kebenaran atas ketidakadilan sosial di Israel. Tentu Tuhan tidak sembarangan memilih Amos. Amos pasti dipilih karena ia adalah seorang tokoh Alkitab yang bersikap adil.
Daud
2 Samuel 8:15 Demikianlah Daud telah memerintah atas seluruh Israel, dan menegakkan keadilan dan kebenaran bagi seluruh bangsanya.
Daud adalah raja bagi bangsa Israel yang kedua menggantikan Saul. Sejak dari awalnya, karakter Daud selalu mengandalkan firman Tuhan. Ia merupakan raja yang diagung-agungkan. Daud bukanlah raja yang biasa-biasa saja. Berkat Tuhan selalu turun atasnya selama ia memerintah bagi bangsa Israel. Allah juga memberkatinya sebagai tokoh Alkitab yang bersikap adil. Sebagai seorang raja, Daud dikenal selalu menegakkan keadilan dan kebenaran.
Debora
Hakim-hakim 4:9 Kata Debora: “Baik, aku turut! Hanya, engkau tidak akan mendapat kehormatan dalam perjalanan yang engkau lakukan ini, sebab TUHAN akan menyerahkan Sisera ke dalam tangan seorang perempuan.” Lalu Debora bangun berdiri dan pergi bersama-sama dengan Barak ke Kedesh
Debora merupakan seorang perempuan yang menjadi hakim bagi bangsa Israel yang diceritakan dalam ayat Alkitab tentang wanita bijak. Ketika ingin mengalahkan Sisera, Allah meminta Debora untuk maju melawan bangsa itu. Namun, Barak ingin membantu Debora. Kita mungkin berpikir sudah sepantasnya Barak mendapatkan bagiannya. Namun, Debora tetap menyatakan bahwa Sisera merupakan bagiannya karena Allah sendiri yang menetapkannya. Debora menampilkan diri sebagai tokoh Alkitab yang bersikap adil, bukan berdasarkan keadilan manusia, tetapi keadilan Allah.
Yakobus
Lukas 9:54 Ketika dua murid-Nya, yaitu Yakobus dan Yohanes, melihat hal itu, mereka berkata: “Tuhan, apakah Engkau mau, supaya kami menyuruh api turun dari langit untuk membinasakan mereka?”
Yakobus, orang yang menjadi murid Kristus, seringkali diberikan julukan Yakobus yang Adil. Sepanjang masa pelayanannya, Yakobus merupakan seorang yang adil. Ia terus berdoa untuk setiap jemaat yang ada. Yakobus dikenal melalui keadilannya pertama kali bersama Yohanes. Ketika mendengar orang Samaria menolak Yesus, Yakobus dan Yohanes berusaha bersikap adil. Mereka berpikir bahwa orang Samaria ini perlu mendapatkan hukuman. Namun, keadilan ini ternyata merupakan keadilan manusia, bukan keadilan Allah sehingga Yesus menegor mereka.
Zakharia
Lukas 1:6 Keduanya adalah benar di hadapan Allah dan hidup menurut segala perintah dan ketetapan Tuhan dengan tidak bercacat.
Zakharia merupakan ayah dari Yohanes Pembaptis. Ternyata, bukan sembarangan Allah memilih Zakharia dan Elisabet, istrinya, untuk menjadi orang tua Yohanes Pembaptis. Baik Zakharia maupun Elisabet, keduanya benar di hadapan Allah. Mereka hidup menurut perintah dan ketetapan Tuhan yang berarti mereka merupakan tokoh Alkitab yang bersikap adil.
Yusuf dari Arimatea
Lukas 23:50 Adalah seorang yang bernama Yusuf. Ia anggota Majelis Besar, dan seorang yang baik lagi benar.
Pada bahasa aslinya, kata ‘benar’ yang digunakan pada ayat ini juga merujuk pada keadilan. Hal ini berarti Yusuf dari Arimatea pun merupakan seorang tokoh Alkitab yang bersikap adil. Keadilannya pun ditunjukkan dengan rasa tidak setuju atas putusan dan tindakan Majelis tentang penyaliban Yesus. Ia akhirnya memilih untuk membantu menguburkan Yesus.
Rahab
Yakobus 2:25 Dan bukankah demikian juga Rahab, pelacur itu, dibenarkan karena perbuatan-perbuatannya, ketika ia menyembunyikan orang-orang yang disuruh itu di dalam rumahnya, lalu menolong mereka lolos melalui jalan yang lain?
Sama seperti sebelumnya, kata ‘benar’ di ayat ini juga merujuk pada keadilan menurut bahasa aslinya. Rahab merupakan seorang perempuan sundal, tetapi juga merupakan seorang tokoh Alkitab yang bersikap adil.
Suatu hari, ketika Yosua, pemimpin bangsa Israel, ingin mengintai Yerikho, ia mengirimkan dua orang pengintai. Kedua pengintai tersebut kemudian bermalam di rumah Rahab. Ketika raja Yerikho memerintahkan Rahab untuk menyerahkan kedua pengintai tersebut, Rahab tidak mau. Ia malah memberikan jalan bagi kedua pengintai itu untuk meloloskan diri. Hal ini dianggap sebagai hal yang benar bagi Allah, tindakan yang adil untuk kemenangan bangsa Israel.
Yesus Kristus
Yohanes 2:16 Kepada pedagang-pedagang merpati Ia berkata: “Ambil semuanya ini dari sini, jangan kamu membuat rumah Bapa-Ku menjadi tempat berjualan.”
Kita tentu tahu bahwa Yesus merupakan tokoh yang sangat lemah lembut. Namun, ternyata Yesus pun merupakan pribadi yang bisa marah. Namun, kemarahan Yesus didasarkan oleh penegakan keadilan. Yesus ingin menghapus ketidakadilan yang terjadi di Bait Allah. Para imam di Bait Allah melakukan transaksi jual beli dan merugikan orang-orang miskin yang ingin memberikan persembahan korban. Kemarahan Yesus ini menunjukkan diri-Nya sebagai tokoh Alkitab yang bersikap adil.
Allah Bapa
Mazmur 9:9 Dialah yang menghakimi dunia dengan keadilan dan mengadili bangsa-bangsa dengan kebenaran.
Tidak heran Yesus, sang Anak, menjadi tokoh Alkitab yang bersikap adil. Allah Bapa pun merupakan tokoh Alkitab yang bersikap adil. Kita mengenal Allah Bapa sebagai yang Maha Adil. Ia menghakimi dunia penuh dengan keadilan. Tidak pernah sekalipun Allah membeda-bedakan orang dalam memberikan penghakiman. Begitu pula dengan penghakiman yang akan terjadi di akhir dunia nanti.
Itulah beberapa tokoh Alkitab yang bersikap adil. Kita dapat melihat bahwa setiap tokoh yang bersikap adil adalah tokoh yang taat kepada firman Tuhan. Tidak ada satupun dari mereka yang melanggar firman Allah. Mereka sangat mengasihi Tuhan dan terus berpegang pada firman Tuhan. Satu hal lagi yang perlu kita pelajari adalah kita harus menegakkan keadilan menurut keadilan Allah. Seringkali kita hanya berpikir dengan pemikiran kita sendiri. Kita menegakkan keadilan menurut diri kita sendiri, bahkan yang menguntungkan diri kita. Padahal, sebagai garam dan terang dunia, kita perlu melihat dari kaca mata Allah. Kita harus menegakkan keadilan sesuai dengan kehendak Allah. Oleh karena itu, sama seperti Salomo, kita harus terus meminta hikmat dan kebijaksanaan dari Allah. Kita pun sepatutnya meneladani tokoh-tokoh Alkitab ini dengan menyuarakan keadilan. Kiranya segala kemuliaan bagi nama Allah. Tuhan memberkati.
Itulah beberapa tokoh Alkitab yang bersikap adil. Kita dapat melihat bahwa setiap tokoh yang bersikap adil adalah tokoh yang taat kepada firman Tuhan. Tidak ada satupun dari mereka yang melanggar firman Allah. Mereka sangat mengasihi Tuhan dan terus berpegang pada firman Tuhan. Satu hal lagi yang perlu kita pelajari adalah kita harus menegakkan keadilan menurut keadilan Allah. Seringkali kita hanya berpikir dengan pemikiran kita sendiri. Kita menegakkan keadilan menurut diri kita sendiri, bahkan yang menguntungkan diri kita. Padahal, sebagai garam dan terang dunia, kita perlu melihat dari kaca mata Allah. Kita harus menegakkan keadilan sesuai dengan kehendak Allah. Oleh karena itu, sama seperti Salomo, kita harus terus meminta hikmat dan kebijaksanaan dari Allah. Kita pun sepatutnya meneladani tokoh-tokoh Alkitab ini dengan menyuarakan keadilan. Kiranya segala kemuliaan bagi nama Allah. Tuhan memberkati.
Post a Comment