Benarkah Orang Kristen Tidak Perlu Merayakan Natal? Simak Selengkapnya Disini!
Banyak orang Kristen mungkin bisa jadi tidak setuju dengan pernyataan ekstrim seperti tidak perlu merayakan makna hari Natal. Padahal justru dalam agama Kristen, Natal merupakan simbol yang cukup penting, dimana Tuhan Yesus dilahirkan di dunia dan harus diperingati sebagai bentuk penghormatan terhadap Dia. Akan tetapi tidak banyak yang tahu mengapa saat ini orang Kristen terpaku pada merayakan Natal bersama-sama di gereja. Untuk lebih tepatnya, simak berikut ini beberapa fakta dan kebenaran di balik benarkah orang Kristen tidak perlu merayakan Natal.
Natal Merupakan Tradisi Barat
Tidak banyak yang tahu bahwa sebenarnya merayakan Natal ini lebih menjadi suatu tradisi bagi negara barat. Bahkan yang luar biasa banyak yang tidak mengenal Tuhan tetapi merayakan sejarah Natal. Contohnya negara seperti Jepang dan Korea yang memiliki kepercayaan berbeda tetapi merayakan Natal sebagai salah satu hari yang membahagiakan. Oleh sebab itu tercatat menurut sejarah bahwa hari Natal itu sendiri merupakan suatu tradisi semata dan bukan keharusan atau peringatan yang mutlak dan sakral dalam tata ibadah gereja Kristen maupun Katolik. Hal inilah yang perlu diketahui, bahwa Natal hanya sekedar perayaan dan tradisi dari Barat yang akhirnya identik merayakan Natal dengan aneka pernak pernik termasuk pohon Natal dan dongeng Santa Claus.
Hari Natal Diambil Dari Peringatan Dewa Matahari
Bagi yang paham akan sejarah, sebenarnya tanggal 25 Desember itu sendiri merupakan salah satu kebudayaan dimana merupakan peringatan akan Dewa Ra atau Dewa Matahari pada jaman Yunani kuno yang terus dilakukan dan terbawa pada tradisi saat ini. Oleh sebab itu sebenarnya tidak pernah ada ketentuan pasti untuk gereja untuk merayakan Natal. Ini juga yang menjadi dasar mengapa advent tidak merayakan Natal.
Tidak Pernah Ada Ketentuan Pasti Tanggal Kelahiran Tuhan Yesus
Sebenarnya bahwa di dalam Alkitab bahkan tidak mencatat hari dimana Tuhan Yesus lahir. Semua hanya perkiraan saja. Oleh sebab itu setiap gereja tidak harus mutlak merayakan Natal pada tanggal 25 Desember. Kisah kelahiran Yesus hanya diceritakan pada musim dingin dan hal ini hanya perkiraan bahwa Yesus kemungkinan lahir di bulan Desember atau Januari yaitu pada musim tersebut.
Alkitab Tidak Meminta Merayakan Natal
Hal penting lainnya yaitu Tuhan Yesus sendiri dalam Alkitab tidak memerintahkan Natal. Tetapi Dia memerintahkan umat Kristen untuk mengingat makna Paskah sebagai peringatan akan Dia. Oleh sebab itu pada hakikatnya Natal tidak lebih besar daripada Paskah. Hal inilah yang sebaiknya dipahami dengan baik oleh umat Kristen yang sebaiknya lebih menekankan pengorbanan melalui penyaliban Yesus daripada kelahiranNya.
Itulah beberapa informasi menarik yang memberikan pengetahuan tentang benarkah orang Kristen tidak perlu merayakan Natal. Sebenarnya merayakan Natal bukan juga suatu kesalahan atau sifat dosa menurut Alkitab. Oleh sebab itu sah saja jika ingin memperingati kelahiran Tuhan Yesus. Tetapi yang paling penting yaitu memperingati makna dari kelahiran Tuhan sendiri dan karya janji keselamatan dalam Alkitab yang telah Dia kerjakan di kayu salib untuk menyelamatkan umatNya. Hal inilah yang lebih esensial untuk diketahui dan diperingati oleh seluruh umat Allah.
Post a Comment